<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336</id><updated>2012-01-15T00:14:45.664-08:00</updated><category term='download'/><category term='Home'/><category term='kesaksian'/><category term='Artikel patsoral'/><category term='Renungan'/><title type='text'>Life For Jesus</title><subtitle type='html'>KIS 26 : 16 
"Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-6492831112477817142</id><published>2011-06-14T06:16:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T06:36:58.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kuasa Allah yang memulihkan</title><content type='html'>pembacaan&lt;br /&gt;Yesaya 1 : 1-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya Allah tidak ingin mengutuk dan membinasakan umat-Nya. Karena kasih-Nya yang begitu besarIa menawarkan pengampunan penuh jikalau mereka mau bertobat, membuang kejahatan, berlaku benar, dan menaati Firman-Nya (Yeasa 1 : 16-19). Kuasa pertobatan saat ini diperoleh dari Allah melalui darah Yesus Kristus (Lukas 24 : 46-47, 1 Yohanes 1 :9). Tetapi bagi setiap orang yang menolak kemurahan Allah akan dibinasakan ( Yesaya 1 : 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita manusia pada dasarnya mahlik berdosa. Oleh karena itu perlu ada pertobatan dalam hidup kita. Dosa adalah suatu persoalan terbesar dalam dunia ini. Kenapa dosa menjadi persoalan terbesar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dosa membuat hidup kita hancur&lt;br /&gt;2. Dosa memisahkan kasih Tuhan dalam hidup kita&lt;br /&gt;3. Dosa membuat jalan kita tertutup&lt;br /&gt;4. Dosa mendatangkan kecemasan dan tekanan dalam hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dosa membuat hubungan manusia jaud dengan Allah, perlu ada pertobatan dalam diri manusia. Menagapa kita harus bertobat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Agar kita memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan&lt;br /&gt;2. Agar Kita menjadi serupa oleh-Nya&lt;br /&gt;3. Agar nama Tuhan dipermuliakan&lt;br /&gt;4. Agar banyak jiwa diselamatkan dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamat bagi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak pernah ingin mengutuk dan membinasakan kita. Apapun masalah dan pergumulan kita saat ini, datanglah pada-Nya. Dia adalah Allah yang snggup memulihkan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvy Irala&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-6492831112477817142?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/6492831112477817142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/06/kuasa-allah-yang-memulihkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/6492831112477817142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/6492831112477817142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/06/kuasa-allah-yang-memulihkan.html' title='Kuasa Allah yang memulihkan'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-8091966522958985307</id><published>2011-06-14T04:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T06:08:55.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesaksian'/><title type='text'>Kesaksian Alvy Irala</title><content type='html'>Saya yakin ini bukan suatu kebetulan dalam hidup saya. Kuasa Tuhan benar-benar luar biasa bagi saya. Beberapa waktu lalu saya memiliki pergumulan yang luar biasa dalam hidup saya. Oleh karena itu saya mau bersaksi bahwa Tuhan itu benar-benar  menjawab setiap persoalan saya tepat pada waktunya. Saya tidak perlu malu, karena dari hal ini kita sama-sama belajar untuk lebih dewasa lagi, dan saya juga ingin katakan bahwa dari pengalaman saya ada Kuasa Tuhan yang benar-benar nyata dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki sebuah buku, dimana  buku tersebut bertuliskan setiap keinginan saya yang ingin saya capai dalam kehidupan saya. Setiap hal yang saya inginkan itu diberikan oleh Tuhan, saya selalu memberi tanda bahwa itu sudah dikabulkan Tuhan dalam hidup saya. Salah satu permohonan saya kalau saya ingin sekali memiliki pasangan (pacar). Pada tanggal 1 Juni 2011, Tuhan memberikannya untuk saya. Itu juga adalah pacar pertama untuk saya. Seiring berjalannya waktu, saya merasa sangat sayang sekali dengannya. Saya selalu membuat surprise yang luar biasa untuk dia. Jujur saya merasakan sangat bahagia sekali, karena sudah lama sekali saya tidak mendapat perhatian dari orang tua saya, karena mereka telah dipanggil Tuhan. Saya bertemu dengannya disebuah ibadah remaja. Setiap hari saya bersyukur pada Tuhan dengan itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 10 adalah hal yang tidak pernah teduga untuk saya. Dia mengatakan untuk kita menjadi sahabat saja. Jujur saat itu saya merasa sangat terpukul dengan apa yang dilakukannya itu. Saya sudah terlanjur sayang kepadanya dan dengan apa yang dia buat pada saya membuat saya terpukul dan hancur. Saat itu juga saya sedang menggumuli untuk menunggu hasil tes sekolah saya ke Kalimantan. Saya punya kerinduan untuk sekolah Theology ke sana. Beberapa hari saya merasa terpukul dengan ini semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling bodoh saya lakukan. Hanya karena masalah ini sya merasa stres dan bingung harus berbuat apa. Minggu 12 Juni 2011, adalah hal terbodoh yang saya lakukan. Setelah saya melaksanakan pelayanan, malam harinya saya pergi ke Gereja. Sepulang dari sana, saya merasa saya dikecewakan dengan ini semua. Akhirnya saya naik ke atas kontainer, sambil meminum coca cola hampir 7 botol, dengan pikiran saya supaya saya sakit. Ketika saya melakukan itu, seorang kakak rohani saya memanggil saya dan saya Sharing dengannya. Dia memarahi saya dengan apa yang saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelajaran ini saya mendapat hikmat yang luar biasa. Tuhan memberikan saya pacar agar saya tahu bahwa nanti saya akan jadi jauh dengan-Nya. Dari situ saya mendapat proses hidup yang luar biasa. Pilihan yang dipilih oleh wanita yang saya sayangi itu adalah tepat, supaya kita menjadi sahabat. Saya belajar kedewasaan yang banyak dari dia. Lagi pula kita masih muda dan belum saatnya untuk berpacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun itu terjadi, saya menjadi terintimidasi dengan apa yang saya lakukan waktu itu. Saya adalah seorang yang memiliki kerinduan menjadi hamba Tuhan, tetapi saya melakukan hal bodoh itu. Saya kecewa dengan diri saya. Ditambah saat itu saya bimbang dengan menunggu hasil teas ke Kalimantan yang belum datang pada saya. Setiap hari saya yakini, ini adalah proses untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 13 Juni 2011, saya merasa semakin bersalah dengan itu semua. Intimidasi itu sangan menusuk hidup saya. Sedikit saya masih belum terima dengan pacaran itu, tapi saya harus berusaha menjadi manusia yang lebih dewasa lagi. Saya sharing kepada seorang kakak rohani saya. Beliau menguatkan saya dan mensupport saya, dan mengatakan bahwa ini proses untuk saya makin lebih dewasa lagi. Saya berdoa pada Tuhan untuk melupakan semua pergumulan itu dalam hati dan pikiran saya. Biarlah hal itu menjadi pelajaran yang berarti buat saya. Malam itu saya berdoa pada Tuhan, dan saya bilang "Tuhan maafkan atas kasalahnan yang saya perbuat, saat ini Kau memberi pelajaran yang berarti untuk saya". Saya menangis dengan sangat kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu pukul 23.30 saya menelpon salah satu radio yaitu RPK. Saya minta didoakan untuk hasil tes saya ke Kalimantan. Akhirnya saya didoakan oleh bapak Johanes. Setelah itu saya menelpon layanan konseling Glow FC disitu saya bercerita tentang masalah saya dan saya minta didoakan olehnya. Setelah itu saya sempat berdoa tengah malam dan saya menyembah Tuhan, sampai saya tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tepat tanggal 14 Juni 2011, pagi hari saya bersaat teduh. Firman Tuhan yang saya dapatkan adalah tentang kita sebagai orang percaya tetapi apakah kita percaya atas kuasa Tuhan dalam hidup kita. Itu begitu menusuk saya, saya merenungi Firman itu. Sampai akhirnya saya berdoa dan  Tuhan menjawab doa saya. Suatu yang tidak saya duga, dan saya yakin ini bukan suatu kebetulan bagi saya. Saya mendapat telepon dari bapak Johanes yang mendoakan saya di RPK. Ternyata bapak tersebut adalah alumni dari STT yang saya rindukan untuk ke sana. Saya menerima pertolongan Tuhan disaat saya bingung mau cerita tentang pengalaman saya saat ini. Setelah itu saya menelpon seorang kakak yang menjadi mahasiswa di STT tersebut. Ternyata ditengah pembicaraan kita, beliu mengatakan saya lulus. Saya hentak menangis bahagia karena doa saat pergumulan saya dijawab oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa bahagia sekali, inilah jawaban Tuhan yang mau diberikan pada saya. Saya mendapat pelajaran yang luar biasa. Saya masih muda, bukan saatnya saya untuk pacaran. Pacaran itu adalah jenjang dimana sebuah pasanagn yang sedah berada dalam proses untuk masuk ke jenjang pernikahan. Seketika itu juga pergumulan saya diangkat oleh-Nya. Saya begitu mudah untuk melepaskan beban itu semua, karena Tuhan menjawab doa saya tepat pada waktu-Nya. Percayalah bahwa Tuhan saat ini juga telah memproses anda, berdoalah pada-Nya karena Dia tidak meninggalkan anda sendiri, dan ingat dalam sebuah doa ada kuasa yang luar biasa. Tuhan Yesus memberkati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-8091966522958985307?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/8091966522958985307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/06/kesaksian-alvy-irala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/8091966522958985307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/8091966522958985307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/06/kesaksian-alvy-irala.html' title='Kesaksian Alvy Irala'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-9033041068260260442</id><published>2011-05-31T02:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T02:57:46.609-07:00</updated><title type='text'>Hiduplah Dalam Kebijaksanaan</title><content type='html'>pembacaan&lt;br /&gt;amsal 1 : 1-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang sedang mengalami kepunahan diakhir zaman ini adalah kebijaksanaan. Padahal kebijaksanaan ini sangat kita perlukan. Karena tanpa kebijasanaan manusia akan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjadi egois dan menyebalkan&lt;br /&gt;2. Menjadi emosional dan menyakitkan&lt;br /&gt;3. Menjadi matrealistis dan merugikan&lt;br /&gt;4. Menjadi seenaknya sehingga menjadi batu sandungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa pernah berdoa pada Tuhan dengan berkata "ajar aku menhghitung hari-hari dengan bijaksana". Raja Salomo berdoa meminta pada Tuhan : hikmat dan kebijaksanaan. Dari kedua tokoh alkitab ini dapat dikatakan bahwa kebijaksanaan adalah hal yang sangat penting untuk menghadapi sikap dan perilaku banyak orang. Menagapa dikatakan sangat penting ? karena dengan kebijaksanaan kita dapat menghadapi segala persoalan dan tantangan dengan car dan pola pikir yang tuhan kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana orang bijaksana diakhir zaman ini ? diakhir zaman ini Tuhan sedang membangkitkan orang percaya dengan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; hati hamba, mental pemenang, dan sikap bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniel 12 : 3 mengatakan adapun orang bijaksana adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berpikir panjang dan luas namun tegas&lt;br /&gt;2. Bisa bekerjasama dan memahami orang lain&lt;br /&gt;3. Selalu bersikap rendah hati dan mau belajar&lt;br /&gt;4. Takut akan Tuhan dan menjauhi yang jahat&lt;br /&gt;5. Mau mendengar nasihat namun tidak kompromi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini ada yang namanya lingkar kebijaksanaan. ada beberapa hal yang membentuk kebijaksanaan seseorang dalam kehidupannya yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kedekatan kepada Tuhan dan Firman (Mazmur 62 : 2-3)&lt;br /&gt;2. Ketekunan ditengah masalah (Ibrani 12 : 5-6)&lt;br /&gt;3. Kesiapan dalam mengambil pelajaran kehidupan (Amsal 3 : 11-12)&lt;br /&gt;4. Kedewasaan dalam bertindak dan kematangan bersikap (1 Timotius 4 : 12)&lt;br /&gt;5. Kerinduannya untuk selalu memberi (2 Korintus 9 : 7-8)&lt;br /&gt;6. Keputusannya untuk selalu berpikir positif dan tidak neko-neko ( Roma 12 : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sedang membangkitkan orang-orang yang bijaksana. Hiduplah dalam kekudusan dan Firmannya agar kita hidup dalam kebijaksanaan. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvy Irala&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-9033041068260260442?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/9033041068260260442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/05/hiduplah-dalam-kebijaksanaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/9033041068260260442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/9033041068260260442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/05/hiduplah-dalam-kebijaksanaan.html' title='Hiduplah Dalam Kebijaksanaan'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-5064178661008257147</id><published>2011-05-15T18:01:00.000-07:00</published><updated>2011-05-15T19:21:51.580-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Penghapusan Dosa Imam yang Diurapi</title><content type='html'>pembacaan&lt;br /&gt;Imamat 4 : 1-12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya seorang imam adalah suatu jabatan yang dipilih Allah. Imam besar memiliki fungsi yaitu memimpin setiap upacara pada hari raya pendamaian. Pada masa Musa, Harun diurapi oleh Musa sebagai imam terbesar diantara saudara-saudaranya. Setelah ia meninggal jabatannya diberikan pada anaknya Eleazar yang paling tertua. Seorang imam bertugas untuk mengadakan pendamaian bagi segala kesalahannya, bagi kesalahan keluarganya, dan bagi seluruh umat Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kepala rohani Israel, imam besar harus mencapai tingkat kesucian lebih tinggi secara keagamaan daripada imam-imam yang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Imamat 21 : 10-15&lt;/span&gt; ada beberapa syarat bagi kesucian imam besar :&lt;br /&gt;1. Imam besar diurapi dengan minyak urapan pada kepalanya&lt;br /&gt;2. Imam besar mengenakan pakaian atau jubah kudus&lt;br /&gt;3. Imam besar tidak boleh dekat dengan mayat&lt;br /&gt;4. Imam besar harus mengambil seseorang yang masih perawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam dapat berbuat dosa, karena pada dasarnya imam adalah manusia. Biasanya dosa apa pun yang mungkin dilakukan olehnya dapat menjadi kutuk atas seluruh umat israel. Untuk itu imam harus mengadakan pendamaian untuk dosa, seperti :&lt;br /&gt;1. Mempersembahkan kurban yang telah ditentukan secara khusus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Imamat 4 : 3-12)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Imam besar mempersembahkan kurban sajian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;( Imamat 13 : 15)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. Mengambil bagian dalam tugas-tugas umum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Keluaran 27 : 21)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   a. Penasihat dibidang pengobatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;( Imamat 13 : 15)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   b. Penasihat dibidang Pengadilan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;( Bilangan 5 : 11-28)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   c.  Memberi berkat dalam nama Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;( Bilangan 6 : 22-27)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   d.  Meniupkan nafiri yang memanggil umat untuk berperang atau mengadakan                                    perayaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;( Bilangan 10 : 1-10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang imam dapat berbuat dosa, karena imam adalah manusia. Melalui kasih  Allah ditetapkan peraturan tentang upacara agar dosa-dosa imam pun dapat dihapuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui firman Tuhan ini pelajaran yang dapat kita peroleh adalah bahwa kita adalah imam. Kita sebagai imam memiliki tugas didalam kehidupan kita. Tugas kita sebagai imam adalah :&lt;br /&gt;1. Hidup di dalam Kristus&lt;br /&gt;2. Jadilah Teladan&lt;br /&gt;3. Menjadi berkat bagi sesama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus memberkati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvy Irala&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-5064178661008257147?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/5064178661008257147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/05/penghapusan-dosa-imam-yang-diurapu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/5064178661008257147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/5064178661008257147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/05/penghapusan-dosa-imam-yang-diurapu.html' title='Penghapusan Dosa Imam yang Diurapi'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-4087315960848439562</id><published>2011-04-23T00:54:00.001-07:00</published><updated>2011-04-23T00:55:28.583-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesaksian'/><title type='text'>Kejamnya Ayah, Ubah Dedy Jadi Monster</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, verdana, sans-serif; "&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tindakan kejam dari sang ayah, ternyata membangkitkan monster dalam diri Dedy Susanto. Dedy memutuskan tidak melanjutkan sekolah ketika ia masih duduk di bangku kelas 1 SMP karena ia tidak naik kelas. Di umur 13 tahun, ia telah mencicipi seks dari pelacur. Perkelahian, minuman keras, narkoba dan judi menjadi hiburannya sejak itu. Mengapa Deddy menjadi anak pemberontak seperti ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Kelas dua SD, waktu itu pertama kali diajar nulis tebal tipis dan saya dapat nilai jelek,” terang Dedy.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Karena ia tidak bisa dan tidak mau belajar, Dedy harus menerima pukulan bertubi-tubi dari gesper sang ayah. “Setelah saya dipukul, saya diikat, tangan dan kaki pakai selendang bayi. Lalu mulut saya disumpal, supaya saya ngga nangis terus atau dia ngga mau dengar nangisnya, kemudian saya diseret masuk kamar mandi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dikunci dalam kamar mandi yang gelap dalam keadaan tangan dan kaki terikat, apa yang Dedy rasakan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Ketakutan yang luar biasa. Saya didalam kamar gelap, dan teriak-teriak tolong-tolong minta dibukakan, tapi ngga dibuka. Karena itu, saya dendam pada bapak saya. Saat itu, saya simpan suatu misi untuk saya balas bapak saya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Luka itu Dedy simpan selama bertahun-tahun. Rasa pahit hati yang ia simpan tidak dapat diobati oleh apapun, bahkan oleh pernikahan. Pada usia 19 tahun, ia menikahi seorang gadis berumur 15 tahun. Namun pernikahan itu juga tidak membuatnya bahagia. Ia masih terus menghancurkan dirinya dengan narkoba dan minuman keras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Enam tahun Dedy telah menjalani pernikahannya, namun ia tidak juga berubah. Istrinya tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk bisa membuatnya berubah. Dimatanya Dedy adalah tukang selingkuh, tukang mabuk, dan tukang judi. Di titik akhir kesabaran sang istri, ia meminta Dedy untuk menceraikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Berakhir sudah rumah tangganya. Namun bagi Dedy, cerai bukanlah sebuah akhir. Cerai berarti sebuah kebebasan. Kebebasan tanpa batas, namun tanpa disadari semua obat bius dan minuman keras yang dikonsumsinya telah merusak saraf otaknya. Dedy menjadi orang yang sangat paranoid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Emang udah gila lah,” tutur Katro, teman main Dedy kala itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Prilaku Dedy makin tidak terkendali. Selama dua tahun berturut-turut ia mengalami tujuh kali kecelakaan. Apapun tidak lolos dari terjangannya, pembatas jalan, pos polisi, pagar, delman, bahkan mobil. Bertahun-tahun kedua orangtua Dedy berdoa agar anaknya bertobat, dan mencoba segala cara, namun Dedy tidak berubah juga. Mereka hampir putus asa, hingga suatu hari Dedy mengalami sesuatu yang aneh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Saya sempat mencari suara itu dari mana ini. Aneh juga kok dalam diskotik ada suara yang berkata, ‘Selamatkan mereka.. Selamatkan mereka..’ Maksudnya apa? Suara itu timbul, lalu hilang. Tapi setelah itu, dimanapun saya berada, suara itu selalu teror saya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Frustrasi oleh teror suara-suara itu, Dedy memakai obat bius untuk menenangkan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Saya pakai sabu-sabu di rumah, dengan pemikiran agar suara-suara itu tidak mengganggu saya lagi. Tapi saya tetap tidak bisa tidur, akhirnya untuk membuang waktu saya nonton.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tanpa di sengaja, Dedy menonton sebuah acara yang menceritakan para mantan pemakai narkoba yang bertobat, tiba-tiba suara itu terdengar lagi, “Selamatkan mereka…Selamatkan mereka..”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Latar belakang saya narkoba, minum, dan apapun pernah saya lakukan. Waktu itu saya berpikir, mungkin Tuhan mau bawa saya dalam pertobatan dan nantinya Tuhan panggil saya untuk melayani mereka.”&lt;br /&gt;Tidak pernah ada yang menyangka, seorang berandal seperti Dedy Susanto, yang mengandalkan kebahagiaannya pada narkoba, bertobat seorang diri karena melihat tayangan televisi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Kalau Tuhan saya bukan Tuhan yang penuh kasih, saya pasti sudah disikat dari dulu dan sudah di neraka. Tapi Tuhan begitu baik.. Dia begitu sabar..” ungkap Dedy sambil menahan air matanya. “Dia membawa saya untuk bertobat.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Malam itu, Dedy memanjatkan sebuah doa yang sangat berani, “Tuhan, jika Engkau panggil aku jadi hamba-Mu. Aku siap.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pertobatan itu membawa Dedy kedalam sekolah misi. Berkat doa dan tekad yang kuat, semua kebiasaan buruknya lenyap secara ajaib. Kini ia mengabdikan dirinya untuk melayani orang-orang yang terganggu jiwanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sebelas tahun telah berlalu sejak pertobatan Dedy. Namun ada sesuatu yang masih mengganjal di hati Dedy. Hari itu, Dedy mengajak orangtuanya dan kedua anaknya untuk makan bersama. Sebuah acara makan yang tidak biasa. Siang itu, di hadapan orangtuanya dan kedua anaknya, Dedy mengungkapkan apa yang terpendam dihatinya selama puluhan tahun, “Jadi, kalau selama ini aku punya kesalahan. Baik sebelum bertobat ataupun setelah bertobat, aku minta maaf. Seperti apapun, papi dan mami tetaplah orangtua yang saya kasihi dan tetap saya hormati. Saya memiliki kerinduan untuk bisa memberkati papi dan mami.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;sumber : jawaban.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-4087315960848439562?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/4087315960848439562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/kejamnya-ayah-ubah-dedy-jadi-monster.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/4087315960848439562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/4087315960848439562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/kejamnya-ayah-ubah-dedy-jadi-monster.html' title='Kejamnya Ayah, Ubah Dedy Jadi Monster'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-1361359093741709294</id><published>2011-04-23T00:40:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T00:43:08.289-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesaksian'/><title type='text'>kesaksian Jun Caviezel (pemeran the passion of Jesus Christ)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; sebuah kesaksian menarik dari seorang Jim Caviezel. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:ES"&gt;Ada yg tahu siapa dia?? &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dia adalah aktor &lt;st1:place st="on"&gt;Hollywood&lt;/st1:place&gt; yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film “The Passion Of Jesus Christ”. Berikut refleksi atas perannya di film itu serta kesaksianya yg luar biasa…Baca n renungkan hingga slsai ya…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jim Caviezel adl seorg actor biasa dgn peran2 kcil dlm film2 yg jga tdk besar. Peran terbaik yg pernah dimilikinya (sblum The Passion) adalah sebuah film perang berjudul “The Thin Red Line”. Itupun hanya salah satu peran dari begitu banyak actor besar yg berperan dlm film kolosal itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah…, Dia ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Besok paginya saya mendapat sebuah telepon, “Hallo ini, Mel”. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:IT"&gt;Kata suara dari telpon tersebut. “Mel siapa?”, Tanya saya bingung. Saya tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu actor dan sutradara Hollywood yang terbesar. Mel kemudian meminta kami bertemu, dan saya menyanggupinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film2 lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek alamik, bahasa yang digunakan pada masa itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dan Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatakan sebuah resiko terbesar yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan film ini, mungkin akan menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; akhir dari karir saya sebagai actor di Hollywood.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sebagai manusia biasa saya menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; gentar dengan resiko tersebut. Memang biasanya aktor pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipakai lagi dalam film-film lain. Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci oleh sekelompok orang Yahudi yang berpengaruh besar dalam bisnis pertunjukan di Hollywood . Sehingga habislah seluruh karir saya dalam dunia perfilman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Dalam kesenyapan menanti keputusan saya apakah j&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; bermain dalam film itu, saya katakan padanya. “Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?” Mel menggeleng setengah terperengah, terkejut, menurutnya ini menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; agak menakutkan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:FI"&gt;Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di “Thin Red Line”. Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Maka saya pun ikut terjun dalam proyek film tersebut. Dalam persiapan karakter selama berbulan-bulan saya terus bertanya-tanya, dapatkah saya melakukannya? Keraguan meliputi saya sepanjang waktu. Apa yang seorang Anak Tuhan pikirkan, rasakan, dan lakukan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membingungkan saya, karena begitu banya referensi mengenai Dia dari sudut pandang berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunanNya melakukan semua ini. Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seorang yang dalam hubungan denganNya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; dasar yang baik dalam diri saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Saya hanyalah seorang pemuda yang bermain bola basket dalam liga SMA dan kampus, yang bermimpi menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; seorang pemain NBA yang besar. Namun cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlit bola basket. Saya sempat kecewa pada Tuhan, karena cedera itu, seperti hancur seluruh hidup saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Saya kemudian mencoba peruntungan dalam casting-casting, sebuah peran sangat kecil membawa saya pada sebuah harapan bahwa seni peran munkin menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; jalan hidup saya. Kemudian saya mendalami seni peran dengan masuk dalam akademi seni peran, sambil sehari-hari saya terus mengejar casting.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt;, terj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt;lah sesuai kehendakMu. Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit dari pada bayangan saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="ES" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:ES"&gt;Ada salah satu peristiwa yang merupakan mujizat dalam pembuatan film itu adalah saat saya ada diatas kayu salib. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;Saat itu tempat syuting mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung menyambung diatas kami. Tapi Mel tidak menghentikan pengambilan gambar, karena memang cuaca saat itu sedang ideal sama seperti yang seharusnya terj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; seperti yang diceritakan. Saya ketakutan tergantung diatas kayu salib itu, disamping kami ada dibukit yang tinggi, saya adalah objek yang paling tinggi, untuk dapat dihantam oleh halilintar. Baru saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, sebuah sakit yang luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara menggelegar sangat kencang (setan tidak senang dengan adanya pembuatan film seperti ini). Dan sayapun tidak sadarkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Yang saya tahu kemudian banyak orang yang memanggil-manggil meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telah berkumpul disekeliling saya, sambil berteriak-teriak “dia sadar! dia sadar!” (dalam kondisi seperti ini mustahil bagi manusia untuk bisa selamat dari hamtaman petir yang berkekuatan berjuta-juta volt kekuatan listrik, tapi perlindungan Tuhan terj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; disini).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Apa yang telah terj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt;?” Tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah halilintar telah menghantam saya diatas salib itu, sehingga mereka segera menurunkan saya dari situ. Tubuh saya menghitam karena hangus, dan rambut saya berasap, berubah menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; model Don King. Sungguh sebuah mujizat kalau saya selamat dari peristiwa itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Melihat dan merenungkan semua itu seringkali saya bertanya, “Tuhan, apakah Engkau menginginkan film ini dibuat? Mengapa semua kesulitan ini terj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt;, apakah Engkau menginginkan film ini untuk dihentikan”? &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:FI"&gt;Namun saya terus berjalan, kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan. Selama itu benar, kita harus terus melangkah. Semuanya itu adalah ujian terhadap iman kita, agar kita tetap dekat padaNya, supaya iman kita tetap kuat dalam ujian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat ditempat syuting itu memerankan Yesus. Oh… itu sangat luar biasa… mengagumkan… tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Selama syuting film itu ada sebuah h&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt;rat Tuhan yang kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan sendiri berada disitu, menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; sutradara atau merasuki saya memerankan diriNya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="FI" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:FI"&gt;Itu adalah pengalaman yang tak terkatakan. Semua yang ikut terlibat dalam film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dalam hidupnya, tidak ada yang terkecuali. &lt;i&gt;&lt;u&gt;Pemeran salah satu prajurit Roma yang mencambuki saya itu adalah seorang muslim, setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus&lt;/u&gt; &lt;u&gt;sebagai&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;u&gt; &lt;i&gt;Tuhannya&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; kontroversi. Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti. Berkat Tuhan tetap mengalir dalam pekerjaan saya sebagai aktor. Walaupun saya harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan film ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Saya harap mereka yang menonton The Passion Of Jesus Christ, tidak melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yang bekerja sebagai aktor, jangan kemudian melihat saya dalam sebuah film lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dalam The Passion dan menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; kecewa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tetap pandang hanya pada Yesus saja, dan jangan lihat yang lain. Sejak banyak bergumul berdoa dalam film itu, berdoa menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; kebiasaan yang tak terpisahkan dalam hidup saya. Film itu telah menyentuh dan mengubah hidup saya, saya berharap juga hal yang sama terj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; pada hidup anda. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;Friends, itulah kesaksian hidup dari Jim Caviezel. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:FI"&gt;J&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt;kanlah kesaksiannya sebagai kekuatan utk kita di msa muda kita saat ini,…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jbu all^^&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;sumber : Jacob Joseph Tetelepta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-1361359093741709294?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/1361359093741709294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/kesaksian-jun-caviezel-pemeran-passion.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/1361359093741709294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/1361359093741709294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/kesaksian-jun-caviezel-pemeran-passion.html' title='kesaksian Jun Caviezel (pemeran the passion of Jesus Christ)'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-712680718459860032</id><published>2011-04-23T00:20:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T00:56:39.821-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel patsoral'/><title type='text'>Dengan Mati di Kayu Salib, Yesus Bertaruh Tinggi untuk Kita</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, verdana, sans-serif; "&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: verdana, geneva; " &gt;Yesus diejek, ditampar, diludahi, ditendang, dicambuk dengan cemeti yang ujungnya ada paku yang tajam, serta harus memikul salib-Nya sendiri. Tubuh-Nya begitu lemah sehingga Ia tidak sanggup lagi membawa kayu salib itu. Seseorang bernama Simon dari Kirene itu membantu mengangkat salib Yesus. Sesudah berada di bukit Golgota, salib itu diturunkan dan dibaringkan di atas tanah, orang yang akan disalibkan dibaringkan juga. lalu kedua tangannya dipaku, juga kakinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: verdana, geneva; " &gt;Kemudian pelan-pelan salib itu diangkat naik dan tegak. Seluruh berat badan manusia sesuai gravitasi bumi akan tertarik turun ke bawah. Itu artinya, lubang di tangan semakin lebar, begitu juga kaki. Tekanan darah Yesus semakin rendah. Peredaran oksigen dalam tubuh juga semakin berkurang, getaran urat nadi semakin cepat dan pernafasan terpacu lebih cepat dan dalam. Sungguh sengsara. Apalagi tanpa obat bius.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: verdana, geneva; " &gt;Pertanyaannya, apa yang membedakan pengorbanan Yesus dengan orang-orang yang juga disalibkan lainnya? Memang kedua orang di samping kiri dan kanan Yesus disalibkan karena dosa mereka sendiri, tapi kenapa penyaliban kepada Yesus begitu berharga sampai dapat menyelamatkan kita dari hukuman kekal? Lalu perhatikan kata-kata di dalam ayat ini : Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut. Apakah itu berarti bahwa Yesus takut mati? Jika tidak, lalu mengapa ada ratap tangis dan keluhan untuk diselamatkan dari maut?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: verdana, geneva; " &gt;Itu karena Yesus menanggung suatu beban yang jauh melebihi kematian jasmani bagi kita. Saat Yesus berbicara tentang hal diselamatkan dari maut, Dia tidak sedang berbicara tentang kematian jasmani sama sekali. Dia tidak takut pada kematian jasmani. Buktinya? Jawabannya ada di Matius 10:28 “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: verdana, geneva; " &gt;Ketika Yesus mulai mengalami penderitaan-Nya, Dia tidak takut kematian jasmani, tapi hal yang Dia takuti adalah kematian rohani. Dia takut karena ‘dtinggalkan’ Allah secara rohani, makanya Dia sampai bertanya, “Eli, Eli, lama sabachthani” atau “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”. Meskipun begitu, Yesus tetap mempertaruhkan kesejahteraan kekal-Nya, kedaulatan-Nya sebagai Tuhan, dan kemuliaan-Nya untuk kita semua. Yesus ditinggalkan di kayu salib ketika Dia menanggung dosa-dosa kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: verdana, geneva; " &gt;Pikirkanlah baik-baik tentang apa yang telah Yesus tanggung bagi kita. Bukan hanya darah yang mengalir, kesakitan jasmani yang Dia tanggung, tapi pikirkanlah bagaimana Dia mempertaruhkan keberadaan-Nya yang kekal. Dan katakan, “Terima kasih Yesus, Engkau meninggalkan ke-Allah-anMu untuk diriku dan Engkau sampai ditinggalkan Allah Bapa. Tapi sekarang aku katakan pada-Mu Tuhan, aku mau setia pada-Mu dan mempercayai Engkau sepenuhnya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-family: verdana, geneva; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;sumber : jawaban.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-712680718459860032?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/712680718459860032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/dengan-mati-di-kayu-salib-yesus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/712680718459860032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/712680718459860032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/dengan-mati-di-kayu-salib-yesus.html' title='Dengan Mati di Kayu Salib, Yesus Bertaruh Tinggi untuk Kita'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-4083173863173037617</id><published>2011-04-22T23:30:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T00:11:15.408-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Rencana Kesealamatan Allah</title><content type='html'>&lt;div&gt;pembacaan : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kejadian 1 : 26-28&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kolose 3 : 24&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pada dasarnya kita menjumapai bahwa Allahlah yang sejak awal menghendaki untuk menciptakan manusia sebagai mahluk ilahi seseorang dalam rupaNya (Kejadian 1 : 26, 2 Korintus 3 : 18). Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah supaya manusia dapat menunjukan sifat-sifat Allah. Manusia diciptakan Allah pada dasarnya dalam dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Allah menciptakan manusia karena Allah memiliki rencana yang indah. Oleh karena itu manusia dijadikan Allah sebagai partner sekerja Allah.&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah memiliki suatu rencana yang luar biasa dalam hidup kita. Maka itu Allah menciptakan manusia sebagai partner atau kawan sekerja Allah. Ada beberapa hal yang memaksudkan Allah menjadikan manusia sebagai kawan sekerja Allah :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Menjadikan manusia untuk menaklukan bumi (Kejadian 1 : 28)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Untuk memberitakan kabar keselamatan (Matius 28 : 19-20, 5 : 16)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Untuk menjadi berkat bagi sesama (1 Petrus 3 : 19-12)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam hidup ini terkadang banyak sekali hal-hal yang ingin menghambat rencana keselamatan Allah dalam kehidupan manusia. Ada beberapa hal yang dapat menjadi pengghambat untuk manusia menerima rencana keselamatan Allah : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Manusia hidup dalam kutuk dosa (Galatia 5 : 19-21)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Manusia hidup dalam kebimbangan ( Yakobus 1 : 6-7)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Manusia hidup dengan bersungut (Yakobus 5 :7-11)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan demikian Allah sudah merancang suatu rancangan keselamatan bagi kita semua. Untuk itu ada beberapa sikap untuk menujang agar kita dapat memperoleh suatu rencana eselamatan Allah :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Hidup dalam ketekunan akan Firman Allah (Ibrani 10 : 22-25)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Hidup dalam kasih (1 Korintus 13 : 1-13)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Tetap kerjakan keselamatan kita (Filipi 2 : 12-26)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keselamatan tidak berarti kehidupan yang jatuh kemudianbangkit kembali, sebagaimana dipikirkan oleh sebagian orang. Tetapi itu semua adalah kehendak Allah supaya anak-anakNya menjadi pemenang dalam Kehidupan mereka di dunia. Tuhan Yesus memberkati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alvy Irala&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-4083173863173037617?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/4083173863173037617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/rencana-kesealamatan-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/4083173863173037617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/4083173863173037617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/rencana-kesealamatan-allah.html' title='Rencana Kesealamatan Allah'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-4436745510033281460</id><published>2011-04-22T23:18:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T23:22:55.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel patsoral'/><title type='text'>Rantai Kebaikan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan dipinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya. Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Apakah pria ini akan&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan. Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri disana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu.Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan. Kata pria itu, "Saya di sini untuk m&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;enolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Ngomong-ngomong, nama saya &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Bryan Anderson&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;." Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes,namun bagi wanita lanjut seperti dia, kej&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt;an itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari- jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu. Namun akibatnya ia j&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; kotor dan tangannya terluka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu. Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun jumlahnya tidak menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; seandainya pria itu tak menolongnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, Dan ingatlah kepada saya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja. Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil,dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan disekitar tempat itu sangat asing baginya. Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan .&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu. Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi. Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup. Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan,&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;"Segalanya akan beres. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Aku mengasihimu, &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Bryan Anderson&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Ada pepatah lama yang berkata,"Berilah maka engkau diberi." Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja! Kirimkan kepada teman-teman anda! Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; "&gt;Tuhan memberkati anda!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;b&gt;sumber : Jacob Joseph Tetelepta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-4436745510033281460?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/4436745510033281460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/rantai-kebaikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/4436745510033281460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/4436745510033281460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/rantai-kebaikan.html' title='Rantai Kebaikan'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-3107831986159757753</id><published>2011-04-22T23:07:00.000-07:00</published><updated>2011-04-22T23:18:19.936-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel patsoral'/><title type='text'>Tetap Hormati Orang Tua</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: left;"&gt;(Ulangan 5:16) Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Matius 15:4) Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bedasarkan Kisah Nyata :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Ada seorang bapak tua kaya raya yang sudah lama ditinggal mati istrinya.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Bapak tua itu mempunyai seorang putra yang telah menikah. Setelah mendapat izin darinya, putra dan menantunya tinggal bersama dengan dia di&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;apartementnya yang mewah. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Cinta yang besar membuat bapak tua tsb segera&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;menghibahkan seluruh harta kekayaannya, termasuk apartement yang ditinggalnya kepada anak tunggalnya.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;/span&gt;Suatu hari terj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; pertengkaran yang cukup hebat antara bapak tua itu dan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;putranya, sehingga diusir dari apartementnya sendiri. Pengusiran itu&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;membuat sibapak tua terlunta lunta dan menj&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt; pengemis di Orchad Road ,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Singapure. Suatu hari seorang teman lama mengenalinya saat memberikan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;sedekah. Saat ditanya apakah dia teman yang sudah lama tidak ada kabar&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;beritanya, bapak tua itu menyangkalinya. Tanpa sepengetahuan si bapak tua,temannya tersebut memberitahukan kecurigaannya kepada teman teman yang&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;lain.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Saat sahabat karib bapak tua itu datang dan mendesaknya untuk&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;mengakui bahwa dia adalah teman lama yang mereka cari cari, bapak tua&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;itupun tak kuasa lagi untuk menyangkal.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Dengan derai airmata ia&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;menceritakan peristiwa getir yang menerpa hidupnya. Mendengar itu&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;teman-temanya panas hati. Singkat kata kej&lt;st1:personname st="on"&gt;adi&lt;/st1:personname&gt;an ini sampai kepada Perdana Menteri Singapure. PM Lee segera memanggil dan bertindak tegas terhadap&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;anak dan menantunya bapak tua tersebut. PM Lee memanggil notaris dan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;membatalkan penghibaan harta warisan terhadap anak dan menantu yang telah &lt;span lang="NL" style="mso-ansi-language: NL"&gt;tega mengusir orang tuanya ke jalanan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language:FI"&gt;Sejak saat itu anak dan menantu&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;yang tak tahu diri tersebut dilarang masuk ke apartemen si bapak tua.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Peristiwa ini membuat PM Lee mengambil keputusan bijaksana, yang melarang&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;semua orangtua untuk menghibahkan seluruh harta bendanya kepada siapa pun&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;sebelum mereka meninggal. Kemudian supaya para lansia tetap dihargai&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;hingga akhir hayatnya, beliau membuat dekrit yang berisikan pemberian&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;pekerjaan kepada para lansia agar mereka tidak lagi tergantung pada anak&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;atau menantu. Para lansia itu juga bisa bangga karena masih bisa mampu&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;memberi sesuatu dari hasil keringat mereka kepada cucu-cucu mereka. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language:IT"&gt;Di &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT"&gt;Singapure cleaning service toilet di bandara, mal, restoran adalah para&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;lansia.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;                 &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;                                                   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT"&gt;Anak yang bijak akan terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orang&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT"&gt;tuanya, apapun kondisi orang tuanya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;Meskipun orang tua kita sudah tidak&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;sanggup duduk atau berdiri, atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;tempat tidur, kita harus tetap menghormatinta dengan cara merawatnya.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Ingatlah bahwa waktu kita masih balita, mereka dengan sukacita &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;membersihkan tubuh kita dari semua bentuk kotoran, memberi kita makan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT"&gt;dengantangan mereka sendiri, dan menggendong kita sampai dini hari pada&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;waktu kita sedang sakit. Dapatkah kita membalas semua kebajikan itu?&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;Hormatilah orang tua atau mertua kita. Tuhan akan memberkati kita dengan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;umur panjang jika kita menghormati mereka.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;DOA: Tuhan, berkatilah bapak dan ibuku dengan kekuatan dan kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;Mampukan aku berbakti kepada mereka sampai akhir hayat mereka. Dalam nama&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;                                             &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="FI" style="mso-ansi-language: FI"&gt;Kata-kata bijak: Kesejatian seorang anak nyata tatkala ia tetap mengasihi&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;orang tuanya yang terbaring tak berdaya.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;sumber : Jacob Joseph Tetelepta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-3107831986159757753?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/3107831986159757753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/tetap-hormati-orang-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/3107831986159757753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/3107831986159757753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/tetap-hormati-orang-tua.html' title='Tetap Hormati Orang Tua'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-5832078566344616957</id><published>2011-04-13T20:23:00.001-07:00</published><updated>2011-04-13T20:24:53.281-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel patsoral'/><title type='text'>Apa Itu Ajaran Bidat</title><content type='html'>Bidat, menurut J. Verkuyl dalam buku Gereja dan Bidat, berasal dari bahasa Arab yang berarti “suatu ajaran atau aliran yang menyimpang dari ajaran resmi”. Ini setali tiga uang dengan pengertian yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): bidat adalah ajaran yang menyalahi ajaran yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut DR.H Berkhof dan DR IH Enklaar, ditinjau dari sudut historis bidat adalah persektuan Kristen—berskala kecil—yang dengan sengaja memisahkan diri dari gereja besar dan ajarannya; menekankan iman Kristen secara berat sebelah sehingga menyimpang dari kebenaran Injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, Ensiklopedi Gereja memaparkan pengertian bidat sebagai pandangan yang salah tentang apa yang wajib diimani. Dengan demikian, bidat adalah sekte, kelompok, atau gerakan dengan ajaran yang menyimpang dari ajaran utama—khususnya mengenai Allah, Kristus, Roh Kudus, dan keselamatan—sebagaimana yang dijarkan Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teologiawan Mangapul Sagala memaparkan ciri-ciri bidat Kristen yakni memiliki Injil atau ‘kabar baik’ yang berbeda. Kemudian, memiliki Injil plus, artinya memiliki Kitab Suci yang sama tetapi ditambah dengan kitab lain yang menurut penganutnya otoritasnya sama dengan Alkitab—misal Kitab Mormon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ada juga bidat yang meski berpatokan pada Alkitab, tetapi dengan sengaja mengabaikan beberapa kebenaran yang mereka anggap tidak sesuai dengan ajaran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganut bidat juga dikenal ‘gemar’ menciptakan aturan-aturan yang ‘disamakan’ dengan Injil.  Misal, ada ajaran bidat yang melarang pengikutnya mengenakan perhiasan dan kerudung. Ada bidat yang memberi pangkat-pangkat kepada anggotanya—meski aturan itu tidak disebutkan dalam Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran bidat juga menekankan kepada ibadah yang bersifat supranatural—tidak menyeimbangkan hati, pikiran, dan akal budi—dan membesarkan diri sendiri, sehingga tidak lagi berpusat pada Tuhan melainkan pada pengkultusan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Beberapa ajaran bidat yang menyimpang dari kebenaran Kristen yakni Saksi Yehovah, Gereja Yesus Kristus dari Orang Suci Zaman Akhir atau aliran Mormon, Christian Science, Children of God, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : glministry&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-5832078566344616957?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/5832078566344616957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/apa-itu-ajaran-bidat_13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/5832078566344616957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/5832078566344616957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/apa-itu-ajaran-bidat_13.html' title='Apa Itu Ajaran Bidat'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-7574441772288100970</id><published>2011-04-12T22:42:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T22:45:11.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesaksian'/><title type='text'>Kesaksian seorang Gilbert Lumoindong</title><content type='html'>Bocah lelaki itu terpekur. Dokter baru saja memberi vonis yang mengejutkan: secara berangsur-angsur kemampuan otaknya akan menurun dan tingkat intelegensinya akan berkurang demikian drastis bagaikan penderita down syndrome. Ia di vonis menderita penyakit syaraf otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia pun tak kuasa membendung air matanya setiap melintasi sekolah yang diperuntukkan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, yang letaknya dekat dengan rumahnya di wilayah Tebet, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah Tuhan, apakah kelak saya akan berada di tempat itu?&lt;br /&gt;keluh anak lelaki yang bernama lengkap Gilbert Emanuel Lumoindong itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan penyakit saraf otak yang diderita Gilbert, kedua orang tuanya mulai rutin menyambangi Persekutuan Doa (PD) yang dipimpin oleh mendiang Ibu Ev. Slamet dan Bapak Ev. Murti yang berada di dekat tempat tinggal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu hamba Tuhan dari Belanda tengah berkunjung untuk melayani di tempat itu. Gilbert pun tak ketinggalan menghadiri ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan iapun turut maju saat hamba Tuhan memanggil jemaat yang ingin di doakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan iman kanak-kanak yang dimilikinya. Gilbert menyakini bahwa saat itu juga ia sudah sembuh. Maka tanpa tedeng aling-aling, setiba di rumah ia pun membuang pelbagai obat yang selama ini di konsumsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Gilbert tak hanya mengalami kesembuhan, kemampuan otaknya pun mengalami peningkatan hingga ia selalu mendapat predikat juara kelas bahkan lulus dari SMA dengan nilai terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang tidur, usai mengalami kesembuhan ilahi, terlintas pikiran di benak Gilbert yang kala itu masih berusia 10 tahun: Secara manusia saya ini sudah tidak layak, karena menderita penyakit syaraf otak. Tapi karena Tuhan sudah menyembuhhkan, maka hidup saya ini milik Tuhan. Apapun yang Tuhan ingin saya perbuat, saya bersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka meski masih duduk di bangku SD, Gilbert kecil tak segan-segan mendatangi persekutuan yang diperuntukkan untuk orang dewasa, ketimbang mengikuti ibadah sekolah minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu di sekolah minggu kisah yang di ajarkan kebanyakan cerita dongeng, kenang Gilbert. Sementara saya ingin mendengarkan firman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki bangku SMP , ia mulai melayani di gereja , saat duduk di bangku SMA ia terlibat dalam pengurusan Rohani Kristen di sekolah. Disekolah itu pula, SMA Negeri 3 Setiabudi, Jakarta. Gilbert bertemu dengan pujaan hati: Reinda Lumoindong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saat persekutuan di sekolah, lantaran absennya pembicara. Gilbert pun diminta untuk membawakan khotbah. Suatu kebetulan bagi manusia tetapi tentunya tidak kebetulan bagi Tuhan, karena ia baru saja menyelesaikan pelatihan School of Ministry milik Morris Cerullo dan sebelumnya pernah mengikuti kursus Alkitab di GBI Mawar Saron. Tak di nyana, inilah awal perjalanan seorang Gilbert Lumoindong sebagai seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Gilbert pun diminta untuk melayani sebagai pembicara di berbagai sekolah di Jakarta. Setelah lulus dai SMA, pria kelahiran 26 Desember 1966 itu pun kian memantapkan panggilannya sebagai hamba Tuhan dimana ia menimba ilmu di Institut Theologia dan Keguruan Indonesia (ITKI) Petamburan, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Gilbert Lumoindong mulai dikenal saat ia bergabung pelayanan Gospel Overseas (GO) Studio dan menjadi host siaran penyegaran rohani Kristen Protestan di RCTI tahun 1991. Tak dipungkiri, karena seringnya muncul di layar televisi, pamornya pun kian meningkat. Apalagi, ia juga sering mendapat permintaan untuk menjadi pembicara di berbagai KKR dan acara-acara rohani lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui GL Ministry yang resmi berdiri pada tahun 1998, pelayannnya semakin berkembang bahkan hingga ke manca negara. Namun beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 2002, Tuhan mulai meletakkan visi yang baru, yakni hati sebagai gembala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Awalnya saya mengira bahwa itu hanya suara hati bahkan suara iblis. Karena saya yakin bahwa pada waktu itu panggilan saya adalah penginjil dan bukan gembala, papar Gilbert seraya menambahkan, bahwa walaupun ia mencoba dengan berbagai cara untuk mengenyahkan pikiran tersebut ternyata suara itu semakin kuat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Gilbert "menyerah" dan mulai merintis sebagai gembala jemaat pada tahun 2007. Diakui Gilbert, saat ia memutuskan untuk menjadi gembala, ada banyak suara miring di sekitarnya lantaran ia pernah berucap bahwa ia tak pernah menjadi seorang pemimpin jemaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih baik salah terhadap diri sendiri, daripada salah terhadap Tuhan, tegas Gilbert yang tidak peduli dengan cacian "menjilat ludah sendiri" yang ditujukan kepadaNya, asal untuk kemuliaan nama Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini di bawah penggembalaannya, Tuhan mempercayakan ayah dari Garren, Chella dan Evan Lumoindong ini untuk memimpin hingga saat ini sekitar 8000 jemaat yang tergabung dalam GBI Glow Fellowship Centre dengan visi " Menegakkan Kerajaan Allah Dalam Kebenaran dan Kasih"&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : gilbert-lumoindong.blogspot&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-7574441772288100970?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/7574441772288100970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/kesaksian-seorang-gilbert-lumoindong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/7574441772288100970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/7574441772288100970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/kesaksian-seorang-gilbert-lumoindong.html' title='Kesaksian seorang Gilbert Lumoindong'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-3804587838616008484</id><published>2011-04-11T03:37:00.003-07:00</published><updated>2011-04-11T03:37:28.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-3804587838616008484?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/3804587838616008484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/blog-post_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/3804587838616008484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/3804587838616008484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/blog-post_11.html' title=''/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-6202728755645898234</id><published>2011-04-11T03:37:00.001-07:00</published><updated>2011-04-11T03:37:10.431-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesaksian'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-6202728755645898234?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/6202728755645898234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/6202728755645898234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/6202728755645898234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/blog-post.html' title=''/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-1310963929165178890</id><published>2011-04-11T03:29:00.000-07:00</published><updated>2011-04-11T03:30:15.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel patsoral'/><title type='text'>PEMUDA DAN REMAJA YANG MENELADANI DAN DITELADANI</title><content type='html'>&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-2819652065014674410"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”&lt;br /&gt;(Yoh 13:14-15)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan  manusia cenderung lebih suka untuk dilayani daripada melayani. Seperti  murid-murid Yesus yang lebih suka menjadi yang terbesar daripada menjadi  yang terkecil di antara yang lain. Bahkan bagi orang-orang yang secara  khusus melayani di gereja pun sering terjadi hal-hal seperti ini.  Walaupun dinamakan pelayan, tetapi tetap lebih senang untuk bisa  dilayani oleh orang lain. Dasar dari itu semua adalah kesombongan  manusia yang dimulai sejak kejatuhannya dalam dosa.&lt;br /&gt;Kecenderungan ini  pun sering ada di dalam pelayanan pemuda dan remaja di gereja. Banyak  yang merasa perlu didahulukan kepentingannya sendiri, keinginannya,  perlu selalu diperhatikan, dan dilayani dalam berbagai hal. Sikap  seperti ini tentu tidak mencerminkan sikap pelayan yang sejati. Teladan  paling tepat untuk setiap pelayan tentu saja terdapat pada diri Yesus.&lt;br /&gt;Dalam  Yohanes 13:14-15, disebutkan bahwa Yesus sendiri telah memberikan  teladan kepada murid-murid-Nya untuk bisa diperbuat juga kepada orang  lain. Yang dimaksud dengan ‘membasuh kaki’ dalam hal ini ialah melayani  orang lain. Sikap yang harus dimiliki oleh seorang pelayan, yaitu  melayani dengan penuh kerendahan hati. Kita lihat bagaimana Yesus yang  adalah Tuhan rela merendahkan diri-Nya demi melayani murid-murid-Nya,  bahkan sampai membasuh kaki mereka. Saat itu Yesus punya seribu alasan  kuat untuk bisa dilayani layaknya seorang Raja, bahkan disembah sebagai  Tuhan. Namun Dia menanggalkan itu semua untuk menggambarkan suatu kasih  yang sejati dari seorang pelayan. Apakah terbayang dalam benak kita  bagaimana seorang raja melayani rakyatnya bahkan rela membasuh kaki  mereka. Pasti sangat sulit kita temukan hal itu di dunia ini. Teladan  yang Yesus berikan bagi setiap pelayan pun bukan hanya seperti hal di  atas, namun setiap aktifitas dalam hidup Yesus adalah teladan bagi kita  semua. Sampai Dia mati di kayu salib untuk menyempurnakan kasih-Nya.  Lalu bagaimanakah pemuda dan remaja meneladani-Nya dan menjadi teladan  bagi yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemuda dan Remaja yang Meneladani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  anak-anak Tuhan, pemuda dan remaja Kristen haruslah mampu menjadi  teladan yang baik bagi orang-orang di sekitarnya. Namun sebelum kita  menjadi teladan bagi orang, terlebih dahulu kita harus bisa meneladani  suatu pribadi yang benar. Sikap aktif untuk bisa meneladani orang lain  akan secara tidak langsung membuat kita kembali menjadi teladan bagi  orang lain. Secara pribadi, kita tentu memiliki banyak teladan dalam  hidup, baik di keluarga, masyarakat, atau pun dalam pelayanan di gereja.  Namun teladan sempurna yang ada bagi kita ialah Yesus sendiri. Orang  lain mungkin bisa jadi teladan bagi kita, namun mereka pun adalah  manusia yang mungkin saja melakukan sesuatu yang tidak perlu kita ikuti,  karena setiap manusia tidaklah sempurna. Secara sederhana, dapat  dikatakan bahwa dalam kekurangan dan kelemahannya pun setiap orang bisa  menjadi teladan bagi kita; orang tua, kakak atau abang kita, teman,  rekan pelayanan, tokoh masyarakat, atau bahkan tokoh-tokoh Alkitab  lainnya. Namun hendaknya, semua teladan yang kita terima bisa kita  seleksi berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Yesus adalah Firman yang  Hidup. Sehingga setiap teladan Yesus adalah cerminan kebenaran firman  Allah itu sendiri.&lt;br /&gt;Yesus mengatakan “…maka kamu pun wajib saling  membasuh kakimu…”. Dari pernyataan itu terlihat bahwa Yesus sendiri  menginginkan kita untuk meneladan diri-Nya, dan kita wajib melakukannya.  Maka kita pun wajib saling melayani dengan kasih. Ada banyak sekali  teladan yang Yesus berikan dalam kehidupan-Nya. Yang pasti, semua itu  Dia lakukan dengan penuh kasih kepada sesama; dalam hal menyembuhkan  orang sakit, mengajar firman Allah, membangkitkan orang mati, dan banyak  hal lainnya.&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh seperti Daud, Yosua, Musa, Samuel, Daniel,  Paulus, dan tokoh lainnya hendaknya juga bisa menjadi teladan bagi kita.  Dalam semua pergumulan hidup kita sebagai anak dalam keluarga, pelajar,  mahasiswa, pekerja, maupun pelayan, kita bisa meneladani sikap mereka;  setia kepada Allah, menjaga hubungan pribadi mereka dengan Tuhan,  menuruti perintah Tuhan, dan lain-lain. Bahkan banyak juga tokoh di  dunia ini yang bisa memberikan inspirasi tersendiri bagi pemuda dan  remaja. Mulai dari tokoh-tokoh hiburan dan seni, tokoh politik, tokoh  agama, atau tokoh masyarakat lainnya. Di zaman globalisasi seperti  sekarang sangat terbuka kemungkinan bagi pemuda dan remaja untuk  menerima suatu teladan, baik yang buruk maupun yang baik. Tinggal  bagaimana kita menyikapi setiap teladan tersebut.&lt;br /&gt;Semuanya harus  kembali didasarkan pada firman Tuhan. Yesus memberikan teladan kepada  setiap kita, anak-anak-Nya, untuk menuruti setiap perintah Tuhan, setia  untuk berkomunikasi ddengan Allah (berdoa dan membaca firman Tuhan),  melakukan setiap firman Tuhan, melayani sesama dengan sepenuh hati,  memberitakan kabar keselamatan dimanapun kita berada. Semuanya itu Yesus  lakukan sepanjang hidup-Nya dalam setiap aktifitas yang dilakukan-Nya.  Yesus memberikan teladan sebagai seorang pemimpin sejati yang lebih suka  melayani daripada dilayani.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pemuda dan Remaja yang Diteladani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemuda  dan remaja yang layak untuk diteladani akan tercermin dengan sendirinya  saat dia bisa bersikap sesuai dengan teladan-teladan yang baik. Tanpa  harus diminta secara khusus, mereka akan bisa menjadi teladan yang baik  bagi orang lain. Langkah awal untuk mencapainya ialah dengan meneladani  setiap sikap baik tersebut. Lalu bagaimanakah pemuda dan remaja yang  bisa diteladani?&lt;br /&gt;Dalam 1 Timotius 4: 12, Paulus menasihati Timotius,  sebagai anak muda, untuk bisa menjadi teladan dalam pelayanannya;  “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam  tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”  Dalam menghadapi para pengajar sesat saat itu, Paulus menekankan pada  Timotius untuk tetap berpegang teguh pada firman Tuhan dan menjadi  teladan sesuai firman-Nya. Dengan begitu, Timotius juga telah turut  menyatakan kebenaran firman Tuhan melalui perbuatan-perbuatannya.&lt;br /&gt;Tidak  bisa dipungkiri bahwa para pemuda dan remaja saat ini butuh figur  teladan yang benar agar tidak masuk ke dalam jerat yang salah di  pergaulannya. Oleh karenanya, sebagai anak-anak Tuhan kita harus mampu  menjadi teladan bagi rekan-rekan kita yang lain. Jangan sampai karena  usia kita yang muda, kita terhalang untuk menjadi teladan. Seperti  Timotius yang tekun memperlengkapi dirinya dengan firman Tuhan, demikian  juga kita harus terus memperlengkapi diri kita dengan firman-Nya  sehingga kita tahu bagaimana seharusnya menjadi anak muda yang patut  diteladani.&lt;br /&gt;Secara tidak sadar, mungkin kita telah cukup berpengaruh  dalam kehidupan teman-teman kita. Oleh karenanya, jangan sampai kita  memberikan suatu cerminan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Biarlah  kita juga bisa menjadi teladan bagi teman-teman kita sendiri. Yesus  meminta kita untuk meneladani semua yang telah diperbuat-Nya dalam  pelayanan; mengasihi Allah dengan sepenuh hati dan sesame seperti diri  sendiri.&lt;br /&gt;Pemuda dan remaja yang layak diteladani ialah yang mampu  mencerminkan pelayanan Kristus dan membantu orang lain untuk menerima  Yesus secara pribadi. Dengan kata lain, orang yang melihat teladan kita  akan merasa termotivasi untuk bisa sama-sama bertumbuh dengan kita dan  termotivasi untuk turut kembali menjadi teladan. Seperti Timotius,  hendaknya kita bisa menjadi teladan dalam perbuatan, tutur kata, pola  pikir, sikap hati, dan segala yang kita lakukan sehari-hari. Beberapa  hal diantaranya; menghormati orang tua, tidak suka membohongi teman,  tidak menyakiti hati teman, bertutur kata dengan lembut, memiliki  pikiran yang positif, tidak menjelek-jelekkan teman, tulus dalam  menolong teman, tidak mudah tersinggung, selalu mendahulukan kepentingan  orang banyak, mudah untuk memaafkan orang lain, penuh sukacita dalam  berkomunikasi dengan orang lain, dan sabar menghadapi orang lain.  Demikian beberapa hal yang sangat mungkin untuk kita lakukan untuk bisa  menjadi teladan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walaupun  sebagai anak muda, kita tetap bisa menjadi teladan bagi orang lain.  terlebih dahulu kita harus bisa benar-benar mengerti semua teladan  pelayanan Yesus dan melakukannya dengan setia. Untuk bisa tahu dan  mengerti tentang teladan pelayanan-Nya, kita harus rajin mempelajari  firman Tuhan. Dan kita harus selalu memohon pada Tuhan untuk dimampukan  melakukan firman-Nya dan menjadi teladan di kehidupan kita sehari-hari.  Karena hanya dengan pertolongan-Nya-lah kita bisa benar-benar menjadi  teladan. Dengan telah mengetahui semua ajaran Yesus, kita harus  termotivasi untuk meneladani-Nya dan menjadi teladan dalam perkataan  kita, dalam tingkah laku kita, dalam kasih kita, dalam kesetiaan kita  dan dalam kesucian kita. Percayalah, Tuhan pasti memampukan kita untuk  bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Penulis  adalah Leonardo Sitompul -Ketua Seksi Pumuda HKBP Semper-, tulisan ini  dimuat dalam Buletin Narhasem Edisi Agustus 2009) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-1310963929165178890?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/1310963929165178890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/pemuda-dan-remaja-yang-meneladani-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/1310963929165178890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/1310963929165178890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/pemuda-dan-remaja-yang-meneladani-dan.html' title='PEMUDA DAN REMAJA YANG MENELADANI DAN DITELADANI'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-6425001176305639249</id><published>2011-04-11T02:43:00.000-07:00</published><updated>2011-04-11T02:48:31.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel patsoral'/><title type='text'>Manfaat Penderitaan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Coba Anda jawab pertanyaan berikut: Apakah Anda bersedia menderita?  Apakah Anda senang menderita? Jika Anda sudah pernah menderita, apakah  Anda bersedia menderita sekali lagi? Saya berani bertaruh, bahwa jawaban  dari semua pertanyaan tadi, adalah tidak. Ya, Anda tentu tidak senang  dan tidak bersedia menderita (lagi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana dengan pertanyaan ini, jika Anda tahu bahwa kehidupan yang  Anda jalani ke depan—sekali lagi—akan penuh dengan penderitaan, apakah  Anda bersedia untuk tetap hidup? Untuk pertanyaan yang satu ini, tentu  jawabannya ya. Sebabnya, jika Anda menjawab tidak, ini berarti Anda  tengah menyongsong proses meregang nyawa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, jika penderitaan tak tertelakkan, mengapa Anda tidak  menerimanya sebagai ‘sahabat’ yang bakal bersama hingga ajal tiba? Ya,  mengapa tidak menelaah manfaat dari penderitaan? Manfaat terbesar dari  penderitaan yakni untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Seperti pemeo,  “Adalah masalah yang mendorong orang untuk datang kepada Tuhan, bukan  sebaliknya”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kecuali jika Anda penganut paham ateis, jika Anda tertimpa masalah,  naluri Anda yang pertama adalah mencari pertolongan. Tak peduli apakah  Anda meminta pertolongan Tuhan terlebih dulu, atau bahkan menempatkan  Dia sebagai yang terakhir dalam daftar sumber-sumber yang dimintai  tolong, Ia toh tetap Anda hubungi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Alkitab, sejauh mana atau seberapa besar penderitaan yang dialami  bukan yang utama, melainkan bagaimana si penderita menanggapi  penderitaan itu. Apakah ia menghasilkan buah? Apakah ia semakin dekat  kepada Tuhan, atau justru memilih untuk tidak mempercayai Tuhan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paulus sendiri berulang kali ‘menginstruksikan’ orang percaya, untuk  tetap bersukacita dan bergembira meski tengah menderita. Maksud Paulus,  bersukacita di sini bukan berarti memaksakan penderita untuk  terus-menerus tersenyum, seolah semuanya baik-baik saja. Melainkan,  dengan tetap di dalam Tuhan, maka ada keyakinan dan pengharapan bahwa  penderitaan itu akan berakhir, seperti syair miliki seniman Erros  Djarot, “Badai pasti berlalu”, demikian juga dengan penderitaan. Dan,  jika Anda merasa ingin menangis atau meratap selama menderita, itu pun  sah-sah saja, karena Yesus pun ketakutan setengah mati menjelang masa  penderitaanNya. Asal, sukacita yang ada di dalam diri Anda, tetap kokoh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manfaat dari lain penderitaan—yakni jika Anda menderita karena  kebenaran—adalah mengambil bagian dalam sengsara Kristus, yang berarti  turut serta dalam kemuliaanNya. Penderitaan juga memberi kesempatan bagi  Allah untuk membentuk dan menguji pertumbuhan kualitas kerohanian kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ingatkah Anda masa-masa di mana Anda sedang bertumbuh? Tubuh Anda  kerap merasa pegal karena otot-otot tubuh Anda sedang menggeliat,  bersiap-siap untuk bertumbuh dan berkembang hingga batas yang maksimal.  Ini berarti kesakitan adalah unsur yang mesti ada dalam pertumbuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, jelas sudah bahwa penderitaan yang dialami orang  percaya, diijinkan Allah untuk kebaikan. Seperti yang diutarakan penulis  kawakan Phillip Yancey, “Di manakah Allah ketika penderitaan itu begitu  menyengat? Ia ada di dalam kita, untuk menghasilkan yang baik dari yang  buruk. Bukan sengaja menciptakan kesakitan untuk menghasilkan kebaikan.  Sama sekali tidak.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan, jika Anda tengah menderita kini, biarkan 2 Korintus 1:3-4  menguatkan Anda: “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa  yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang  menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup  menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan  penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber : glministry.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-6425001176305639249?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/6425001176305639249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/manfaat-penderitaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/6425001176305639249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/6425001176305639249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/manfaat-penderitaan.html' title='Manfaat Penderitaan'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-4471154308362260182</id><published>2011-04-11T01:26:00.000-07:00</published><updated>2011-04-11T01:50:06.143-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel patsoral'/><title type='text'>Memiliki Iman Seperti Habakuk</title><content type='html'>Kitab Habakuk dimulai dengan pergumulannya melihat kehidupan  bangsanya yang sangat jahat di masa itu, dan diakhiri dengan rasa kecewa  yang teramat dalam kepada Tuhan. Namun, di pasal kedua, Habakuk bangkit  dan menyatakan kebenaran, bahwa orang benar akan hidup karena percaya.  &lt;p&gt;Habakuk, meski nabi, tetap manusia biasa yang seringkali keheranan  saat menjumpai pelbagai masalah yang ada di sekitarnya. Dan, seperti  manusia lainnya, ia pun bertanya, “Mengapa?”, “Berapa lama lagi?” dan  lain-lain. Ini adalah problema dasar dari permalahan manusia, yakni  mempertanyakan kehendak dan kedaulatan Allah dalam perlbagai masalah  hidup manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang, situasi yang dialami Habakuk saat itu demikian menyesakkan.  Sebagian besar orang Israel menjalani hidup sebagai orang  fasik. Dan  sisanya, orang benar, dikelilingi, dimanipulasi, dan dikuasai oleh orang  Israel yang jahat. Belum lagi penjajahan orang Kasdim, yang merupakan  bangsa penyembah berhala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang menjadi pemicu dari keluh kesah Nabi Habakuk bukanlah kelakuan  orang Kasdim, melainkan kebejatan yang dilakukan bangsa Israel, yang  mengaku menyembah Tuhan tapi dalam praktiknya hidup bagai orang fasik.  Begitu jahatnya kehdiupan orang Israel di masa itu, hingga mengakibatkan  penderitaan yang berat di kalangan bangsa Israel. Alih-alih  terus-menerus dirudung kesal, Habakuk memilih untuk mencari Tuhan, dan  ia pun menemukan secercah sinar pengharapan di masa-masa gelap dalam  kehidupan bangsanya itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah,  hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak  menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan  tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorai di  dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” Ayat yang  terdapat dalam Habakuk 3:17-18 ini adalah hasil dari perjalanan iman  Habakuk, hasil dari keputusannya untuk tetap mempercayai Tuhan di masa  yang sulit itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di mata Habakuk, meski penderitaan tak kunjung mereda, sejarah telah  membuktikan pembelaan Tuhan terhadap umatNya. Dan, Tuhan yang sama telah  berjanji untuk mengegakkan keadilan. Sebab itu, masa suram yang sedang  dihadapi Habakuk, tidak membuat imannya surut. Malahan, sukacita dan  damai sejahtera karena mempercayai janji Allah yang tidak pernah  berdusta, memberikan kekuatan untuk bertahan bahkan menyelesaikan  perjalanan iman yang sulit bagai mendaki gunung terjal.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan mata iman, Habakuk melihat melampaui realitas kesulitan hidup  yang dialami bangsa Israel. Dengan memandang Tuhan, Habakuk berserah dan  memiliki kualitas hidup rohani yang diperbaharui. Dan dengan kaki iman,  Habakuk berani dan memiliki kekuatan untuk melangkah di dalam kehidupan  yang penuh dengan kesulitan. Sudahkah Anda memiliki iman seperti  Habakuk?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber : glministry.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-4471154308362260182?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/4471154308362260182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/memiliki-iman-seperti-habakuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/4471154308362260182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/4471154308362260182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/memiliki-iman-seperti-habakuk.html' title='Memiliki Iman Seperti Habakuk'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-7024732598151246874</id><published>2011-04-07T05:44:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T05:52:50.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel patsoral'/><title type='text'>Telur Paskah</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Telur Paskah&lt;/b&gt; berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dimana" title="Dimana"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;dimana&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telur"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;telur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; merupakan simbol &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musim_semi"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;musim semi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Di masa silam, di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persia" title="Persia"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, orang biasa saling menghadiahkan telur pada saat perayaan musim semi, yang bagi mereka juga menandakan dimulainya tahun yang baru&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada abad-abad pertama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekristenan"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;kekristenan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, tradisi ini sulit dihapus karena hari Paskah memang kebetulan jatuh pada setiap awal musim semi. Perayaan musim semi selalu dirayakan dengan meriah mengiringi kegembiraan meninggalkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musim_dingin"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;musim dingin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Tumbuh-tumbuhan dan bunga mulai tumbuh dan bermekaran, dan suasana keceriaan seperti ini menjadi saat yang tepat untuk membagi-bagikan hadiah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Membagi-bagikan telur pada hari Paskah akhirnya diterima oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;gereja&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; selain untuk merayakan datangnya musim semi, juga karena telur memberikan gambaran/simbol akan adanya kehidupan. Dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen" title="Kristen"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Kristen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, telur mendapatkan makna religius, yaitu sebagai simbol makam batu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dimana" title="Dimana"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;dimana&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Yesus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; keluar menyongsong hidup baru melalui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kebangkitan_Yesus" title="Kebangkitan Yesus"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;kebangkitan-Nya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Selain itu ada alasan yang sangat praktis menjadikan telur sebagai tanda istimewa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paskah"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Paskah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yaitu karena dulu telur merupakan salah satu makanan pantang selama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masa_Prapaskah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Masa Prapaskah (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Masa Prapaskah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Umat Kristen sejak awal telah mewarnai telur-telur Paskah dengan warna-warna cerah, meminta berkat atasnya, menyantapnya, serta memberikannya kepada teman dan sahabat sebagai hadiah Paskah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tradisi telur Paskah berkembang di antara bangsa-bangsa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Eropa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Utara dan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Asia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Tetapi, di Eropa Selatan dan juga di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Selatan"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Amerika Selatan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, tradisi telur Paskah tidak pernah menjadi populer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada abad pertengahan, menurut tradisi telur-telur dibagikan pada Hari Raya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paskah"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Paskah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; kepada semua pelayan. Terdapat catatan bahwa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Raja_Edward_I&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Raja Edward I (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Raja Edward I&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Inggris&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (1307) memerintahkan agar 450 butir telur direbus menjelang Paskah, diberi warna atau dibungkus dengan daun keemasan, yang kemudian akan dibagi-bagikannya kepada seluruh anggota keluarga kerajaan pada Hari Raya Paskah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Telur Paskah biasanya dibagikan kepada anak-anak sebagai hadiah Paskah bersama dengan hadiah-hadiah lain. Kebiasaan ini berakar kuat di Jerman di mana telur-telur disebut &lt;i&gt;Dingeier&lt;/i&gt; (telur-telur yang &lt;i&gt;dihutang&lt;/i&gt;). Sehingga berkembanglah berbagai macam pantun di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Perancis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Jerman&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Austria"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Austria&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Inggris&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, di mana anak-anak, bahkan hingga sekarang, menuntut telur-telur Paskah sebagai hadiah mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di beberapa daerah di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irlandia" title="Irlandia"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Irlandia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, anak-anak mengumpulkan telur-telur &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angsa"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;angsa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bebek"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;bebek&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sepanjang Pekan Suci, untuk diberikan sebagai hadiah pada Minggu Paskah. Sebelumnya, pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minggu_Palma"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Minggu Palma&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, mereka membuat sarang-sarang kecil dari batu, dan sepanjang Pekan Suci mereka mengumpulkan sebanyak mungkin telur, menyimpannya dalam sarang-sarang batu mereka yang tersembunyi. Pada Minggu Paskah, mereka memakan semuanya, membaginya dengan anak-anak lain yang masih terlalu kecil untuk mengumpulkan telur-telur mereka sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Orang-orang dewasa juga memberikan telur-telur sebagai hadiah di Irlandia. Jumlah telur yang akan dihadiahkan ditentukan menurut peribahasa kuno di kalangan rakyat Irlandia: &lt;i&gt;Satu telur untuk pria sejati; dua telur untuk pria terhormat; tiga telur untuk yang miskin; empat telur untuk yang termiskin/pengemis.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masa Paskah merupakan masa bermain-main dengan telur di seluruh daratan Eropa. Lomba telur tumbuk dengan berbagai macam variasinya banyak dilakukan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suriah"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Suriah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irak"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Irak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan juga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iran"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Iran&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Norwegia"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Norwegia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, permainan itu disebut &lt;i&gt;knekke&lt;/i&gt; (ketuk). Di Jerman, Austria dan Perancis, telur yang direbus keras digelindingkan di lapangan atau bukit dan saling diadu. telur yang tetap tak retak hingga akhir dinyatakan sebagai &lt;i&gt;telur kemenangan&lt;/i&gt;. Permainan ini amat digemari di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Amerika Serikat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; lewat pesta telur gelinding di lapangan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_Putih"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Gedung Putih&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Washington"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Washington&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tradisi umum lainnya di antara anak-anak adalah perlombaan mencari telur, baik di dalam rumah maupun di kebun pada hari Minggu Paskah. Di Perancis, anak-anak mendengarkan dongeng bahwa telur-telur Paskah dijatuhkan dari lonceng-lonceng gereja dalam perjalanan mereka kembali dari Roma. Di Jerman dan Austria, keranjang-keranjang kecil berisi telur, kue-kue serta permen diletakkan di tempat-tempat tersembunyi, dan anak-anak percaya bahwa kelinci Paskah, yang juga begitu populer di negeri ini, telah meletakkan telur-telur itu beserta permennya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Rusia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ukraina"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Ukraina&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan juga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polandia"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;Polandia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, orang memulai santapan Paskah mereka dengan penuh sukacita setelah masa puasa Prapaskah yang panjang dengan sebutir telur yang telah diberkati pada hari Minggu Paskah. Sebelum duduk makan, sang bapak akan dengan hati-hati membagikan sepotong bagian kecil dari telur Paskah kepada setiap anggota keluarga dan para tamu, sembari mengucapkan selamat berbahagia di hari yang kudus ini. Sebelum mereka memakan telur bagian mereka dalam keheningan, mereka tidak akan duduk untuk menyantap jamuan Paskah mereka.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;xml&gt;&lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-7024732598151246874?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/7024732598151246874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/telur-paskah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/7024732598151246874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/7024732598151246874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/telur-paskah.html' title='Telur Paskah'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-1537107947542894797</id><published>2011-04-07T05:28:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T05:30:30.883-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel patsoral'/><title type='text'>Apakah arti telur paskah ?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Banyak sekolah minggu dan taman kanak-kanak serta sekolah  dasar kristen merayakan Paskah dengan berlomba mencari telur. Telur ayam  atau telur itik yang sudah direbus dan dihias dengan aneka warna  disembunyikan di antara semak di taman. Lalu anak-anak berlomba  mencarinya. Ada juga perlombaan menghias telur. Telur itu diberi topi  atau jenggot dan digambar menjadi badut berhidung merah atau tukang  sulap bertopi tinggi dan sebagainya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kemudian pernahkah Anda perhatikan bahwa dikartu ucapan  selamat paskah, biasanya selain gambar bunga ada juga gambar kelinci?  Nah, apa hubungan Paskah dengan telur dan kelinci? Hubungan secara  langsung sebenarnya tidak ada. Inilah latar belakang lahirnya tradisi  merayakan Paskah dengan telur dan kelinci.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Tradisi&lt;br /&gt;Pada jaman abad-abad permulaan, di Inggris orang sudah mengenal Dewi  Eostre (di Jerman: Dewi Austro) sebagai Dewi musim semi atau Dewi  kesuburan dan perpanjangan hidup, yang kira-kira dapat dibandingkan  dengan Dewi Sri di Indonesia.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hari Paskah selalu jatuh di sekitar- hari-hari perayaan Dewi  Eostre itu. Sebab itu lambat laun orang mengambil alih perayaan Dewi  Oestre itu. Kata Inggris dan Jerman untuk Paskah yaitu Easter atau  Ostern, diambil dari nama Dewi Eostre atau Austro itu. Juga kegiatan  perayaan itu diambil alih dan diberi dengan isi yang baru.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Begitulah telur yang semula adalah lambang cikal bakal  kehidupan diambil alih menjadi lambang bangkitnya kehidupan. Kelinci  yang semua adalah lambang kesuburan (karena dapat berkembang biak dengan  cepat) diambil alih dan diberi arti paskah, yaitu lambang kehidupan  yang berlimpah dalam kristus.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Bagi orang di belahan bumi utara. Paskah bertepatan dengnan  musim semi. Musim semi adalah musim yang memperlihatkan munculnya  kembali kehidupan. Pohon-pohon yang selama musim gugur dan musim dingin  menjadi gundul, kini mulai bertunas. Bunga mulai bermekaran.  Binatang-binatang mulai keluar dari perlindungannya. kehidupan dimulai  lagi.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Demikianlah orang-orang kristen sejak jaman itu mengambil  alih perayaan itu. Lambang telur dan kelinci pun diambil alih dan  dijadikan lambang bahwa oleh kebangkitan kristus, hidup kita dimulai  lagi secara baru untuk menjadi hidup yang bersemi dan berlimpah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Buka esensi&lt;br /&gt;Ingat, telur dan kelinci itu hanyalah aksesoris atau hiasan Paskah yang  dipakai untuk membuat orang kristiani lebih mendalami arti paskah.  Jangan sampai hal-hal yang aksesoris itu dikultuskan atau disembah, dan  pengorbanan Kristus yang merupakan esensi Paskah justru dilupakan serta  terlupakan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Selama lebih dari 100 tahun, anak-anak datang ke halaman  gedung putih pada hari senin setelah Paskah, untuk ikut berburu telur  paskah. Dengan begitu banyaknya acara yang berlangsung, muncul  komersialisasi. Dan ironisnya, buka Tuhan Yesus yang ditonjolkan,  melainkan telur dan kelinci Paskah.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Hati-hati, kalau yang aksesoris itu pamornya melebihi yang  esensi lebih baik ditinggalkan dan kembali fokus memberitakan esensi,  yaitu Tuhan Yesus. Jangan sampai, ketika paskah tiba, kita menjadi  sukacita, bukan karena memperingati kebangkitan yesus, melainkan menanti  datangnya lomba mencari telur.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Lebih jauh, rentang waktu yang lama membuat orang banyak  mulai lupa dan menganggap remeh pengorbanan Yesus di kayu salib, bahkan  ada yang menyebut peristiwa itu sebagai dongeng atau cerita kuno yang  sangat dramatis dan menguras air mata.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Tidak sedikit orang-orang Kristiani yang terharu dan menangis  tersedu-sedu ketika melihat penayangan film penyaliban Kristus “Passion  of the Christ”, tetapi tidak memahami betapa Dia telah meniti jalan  penderitaan untuk menebus dosa-dosa manusia, termasuk mereka yang  menonton. “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan  DiriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi  2:8)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Bagi banyak orang, paskah identik dengan telur yang akan  dibagi-bagikan, tetapi sesungguhnya Paskah adalah kemenangan kristus,  yang mengalahkan kuasa maut (kematian) melalui kebangkitanNya. Tanpa  kebangkitanNya, iman Kristen menjadi sia-sia belaka. Tanpa  kebangkitanNya maka kepercayaan kita kepadaNya tidak berarti apa-apa dan  kita tetap akan mengalami kebinasaan karena dosa. Tetapi sebaliknya,  karena kebangkitanNya kita sekarang memiliki pengharapan dan masa depan  yang pasti.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Internet Oleh : Yuliana&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-1537107947542894797?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/1537107947542894797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/apakah-arti-telur-paskah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/1537107947542894797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/1537107947542894797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/apakah-arti-telur-paskah.html' title='Apakah arti telur paskah ?'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-8390318220489748213</id><published>2011-04-07T04:40:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T05:26:57.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Jangan Khawatir (Matius 6 : 25 - 31)</title><content type='html'>Apa itu khawatir ? Khawatir adalah suatu perasaan yang tak menentu pada manusia dan dapat menjasi hambatan bagi manusia untuk melangkah ke depan. Ada tiga hal yang membuat rasa khawatir muncul dalam hidup kita, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Rasa takut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;seseorang yang memiliki rasa takut pada suatu hal akan memunculkan rasa khawatir dalam dirinya. Misalnya, saat kita sedang menghadapi tantangan dalam suatu hal di hidup kita. Ada perasaan yang khawatir yang akan timbul, karena kita takut kalau kita tidak bisa melewati hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Rasa cemas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perasaan cemas dalam diri manusia pun dapat memunculkan perasaan khawatir dalam diri kita. Contohnya, saat seseorang yang kita sayang pergi ke suatu tempat lalu ketika ingin menghubunginya  tidak bisa. Karena tidak bisa menghubunginya, kita tidak mengetahui kabar keberasaannya. Hal tersebut akan memacu rasa khawatir timbul di dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Perasaan ragu-ragu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;perasaan ini juga dapat menjadi salah satu timbulnya rasa khawatir salam hidup kita.Misalnya,  ketika kita diperhadapkan pada suatu pilihan, maka kita harus memilih pilihan tersebut. Dalam konteks ini orang yang memilih  pilihan tersebut akan merasa bingung dan cemas akan pilihannya. Orang tersebut tidak tahu apakah pilihanya tepat atau tidak. Secara otomatis akan menimbulkan rasa khawatir dalam dirinya akibat keraguan atas pilihan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hal di atas adalah sebab dari munculnya kekhawatiran di dalam diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pembacaan alkitab kita. Firman Tuhan sudah mengatakan pada kita agar kita tidak khawatir dengan segala sesuatu dalam hidup ini (ayat 25). Firman Tuhan juga memberi perumpamaan tentang burung-burung di udara. Burung-burung itu menabur , tetapi mereka tidak dibiarkan begitu saja oleh Tuhan (ayat 26). Tuhan memberi mereka makan sehingga mereka tetap dapat hidup. Sekarang cooba kita masuk dalam aplikasi kehidupan kita. Terkadang kita selalu khawatir dalam hidup ini. Tetapi yang harus kita ingat, bahwa burung-burung di udara Tuhan pelihara apalgi kita anak-anakNya. Kita sudah diberi kuasa untuk memiliki dan menikmati. Kita dapat meminta segala sesuatu apa yang mau sama Tuhan. Tetapi ada syarat yang harus kita lakukan untuk memperoleh hal tersebut (baca ayat 33). Segala sesuatu yang kita inginkan dapat kita peroleh dari Tuhan, tetapi asal kita selalu berpegang pada Firmannya. Dalam pembacaan ini, ayat terakhir juga menekankan kembali untuk kita tidak perlu khawatir akan apa yang akan terjadi pada hari esok. Karena Firman Tuhan berkata bahwa hari esok memiliki kesusahannya sendiri (ayat 34). Jadi, segala sesuatu di dalam hidup ini, lakukan yang terbaik terkhusus untuk hari ini dan untuk hari esok serahkan sama Tuhan, karena Dia telah merancang sesuatu yang terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Firman ini, kita sama-sama mau belajar, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan khawatir akan apapun yang terjadi dalama hidup ini. Satu hal yang harus selalu kita ingat, bahwa Tuhan turt bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang percaya kepadaNya asalkan kita mau membuka hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sealalu berpegang padaNya karena jika kita selalu taat akan FirmanNya, yakinlah bahwa apapun yang kita minta dalam namaNya akan diberikan yang terbaik pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lakukan segala sesuatu yang tebaik, khusunya hari ini. Kita tidak usah berfikir akan kesusahan hari esok. Karena hari esok memiliki kesusahannya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-8390318220489748213?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/8390318220489748213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/jangan-khawatir-matius-6-25-31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/8390318220489748213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/8390318220489748213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/jangan-khawatir-matius-6-25-31.html' title='Jangan Khawatir (Matius 6 : 25 - 31)'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3952158065210634336.post-3518310466774864246</id><published>2011-04-04T04:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T05:27:39.692-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home'/><title type='text'>Shalom</title><content type='html'>Shalom&lt;br /&gt;  salam kepada semua sahabat di seluruh penjuru tanah air. Sungguh suatu anugerah yang luar biasa, yang boleh Tuhan Yesus berikan pada kita semua. Kasih setiaNya yang tidak pernah meninggalkan kita dan karya-karyaNya yang selalu baru setiap hari. Pada kesempatan ini saya Alvy Irala senang sekali bisa bersama-sama dengan para sahabat semua untuk selalu bisa memuji dan memuliakan nama Tuhan.&lt;br /&gt; Pada kesempatan ini saya mengucapkan selamat datang pada premier Blog rohani saya yang di beri nama "Life For Jesus". Blog ini saya buat untuk menjadi suatu aplikasi bagi kita semua, dimana nama Tuhan dapat dipermuliakan dimanapun kita berada. Akhir-akhir ini banyak sekali hal-hal yang membuat lemahnya kekuatan dari pada setiap orang percaya. Untuk itu saya berharap kita semua dapat saling menguatkan satu sama lain.&lt;br /&gt; Pada dasarnya Firman Tuhan dapat diberitakan dimanapun kita berada. Seiring perkembangan zaman yang semakin maju, membuat kita harus lebih lagi belajar mengenai tehknolgi . Maka dari itu dengan diadakannya Blog ini, saya rindu untuk setiap orang diberkati melalui Firman Tuhan.&lt;br /&gt; Melalui blog ini sahabat dapat berbagi kesaksian, supaya setiap para pembaca dapat dikuatkan didalam Yesus. Saya selaku pencipta akun ini meminta doa dari para sahabat sekalian agar Blog ini dapat menjadi berkat bagi kita semua.&lt;br /&gt; Mari kita layani Tuhan Dengan hati yang penuh sukacita. Terima kasih atas perhatiannya. Kiranya damai sejahtera dan Kasih penyartaan Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;                                                              Jakarta, 4 April 2011&lt;br /&gt;                                                                     Redaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                   (Alvy Irala)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3952158065210634336-3518310466774864246?l=www.life4jc.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.life4jc.co.cc/feeds/3518310466774864246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/shalom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/3518310466774864246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3952158065210634336/posts/default/3518310466774864246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.life4jc.co.cc/2011/04/shalom.html' title='Shalom'/><author><name>Alvy Irala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16168134641540197257</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-DTVVDCZawbo/TZm5npL5BCI/AAAAAAAAAFI/qYYNwl9MlOE/s220/CIMG3476.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
